Atletico Madrid tak punya alasan untuk tidak merebut gelar dan menghentikan dominasi Real Madrid dan Barcelona di LaLiga. Dengan pembelian pemain yang besar pada bursa transfer musim panas kali ini, tekanan untuk mendapatkan gelar juara kini semakin besar bagi tim yang dilatih Diego Simeone.
Dalam beberapa minggu terakhir, Atletico telah menginvestasikan sekitar 152 juta euro untuk memperkuat tim mereka. Sejumlah nama baru pun didatangkan untuk menambah kedalaman dan kualitas tim. Matteo Ruggeri dari Atalanta, Alex Baena dari Villarreal, Johnny Cardoso dari Real Betis, Thiago Almada dari Botafogo, Marc Pubill dari Almeria, serta David Hancko dari Feyenoord merupakan enam pemain baru yang bergabung.
Tidak hanya itu, Atletico juga mengontrak secara permanen dua pemain yang sebelumnya dipinjam: Clement Lenglet dari Barcelona dan Juan Musso dari Atalanta. Langkah ini menunjukkan keseriusan klub untuk membangun skuad yang tangguh dan kompetitif di semua lini.
Di sisi lain, untuk menjaga keseimbangan tim, sejumlah pemain senior dan berpengalaman dilepas. Beberapa di antaranya adalah Cesar Azpilicueta, Axel Witsel, Angel Correa, Saul Niguez, Rodrigo De Paul, Samuel Lino, dan Thomas Lemar. Perubahan besar ini mengindikasikan bahwa klub ingin menyegarkan tim dengan kombinasi pemain muda dan berpotensi.
Saul Niguez, yang saat ini bermain untuk Flamengo di Brasil, memberikan pendapat tentang strategi transfer mantan klubnya. Dia berpendapat bahwa Atletico tidak memiliki alasan lagi untuk tidak mendapatkan gelar liga, terutama setelah dua tahun terakhir menunjukkan kekuatan finansial yang signifikan.
“Sepanjang waktu, Atletico selalu dipandang sebagai tim yang memiliki banyak alasan untuk tidak meraih gelar juara,” ujar Saul dalam wawancara bersama stasiun radio COPE. “Namun sekarang mereka sudah belanja lebih dari 200 juta euro dua musim berturut-turut. Tidak ada alasan lagi. Mereka harus bisa bersaing di semua kompetisi.”
Pernyataan Saul seolah mempertegas ekspektasi tinggi terhadap Atletico musim ini. Selama dua dekade terakhir, gelar juara LaLiga hampir selalu menjadi milik Real Madrid atau Barcelona. Hanya dua kali Atletico mampu menembus dominasi tersebut, yaitu pada tahun 2014 dan 2021.
Meski demikian, konsistensi Atletico Madrid tak punya alasan dan tetap terjaga dengan selalu berada di papan atas klasemen dan lolos ke Liga Champions. Kini, dengan suntikan pemain baru dan komposisi skuad yang diperbarui, harapan untuk kembali mengangkat trofi liga menjadi sangat realistis.
Simeone pun dituntut untuk meramu strategi terbaik dan memastikan para pemain barunya mampu menyatu dengan cepat. Dengan kekuatan finansial yang sudah digunakan dan kualitas skuad yang lebih dalam, publik dan fans pun mulai menuntut satu hal: gelar juara LaLiga. Baca berita lain di sini.
