Dokter Ungkap Tubuh Memproses Gula hingga Risiko Diabetes

Dokter Ungkap Tubuh

Makanan dan minuman manis kerap menjadi sorotan dokter ungkap tubuh karena dianggap sebagai pemicu utama diabetes. Namun, bagaimana sebenarnya tubuh memproses gula hingga akhirnya bisa meningkatkan risiko penyakit ini? Penjelasan mengenai hal tersebut datang dari para dokter spesialis endokrin dan metabolik di Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

Proses Tubuh Mengolah Gula

Menurut dr. Herry Nursetiyanto, Sp.PD-KEMD, FINASIM, tubuh akan memecah makanan berkarbohidrat sederhana, seperti nasi, roti, atau kue, menjadi glukosa, yang merupakan sumber energi utama. Glukosa kemudian diserap usus ke dalam aliran darah.

“Respons pankreas terhadap kenaikan glukosa adalah peningkatan produksi insulin. Hormon ini bertugas membantu glukosa masuk ke dalam sel tubuh agar bisa dipakai sebagai energi,” jelas dr. Herry dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/8/2025).

Selain glukosa, ada pula fruktosa, gula alami yang ditemukan dalam buah-buahan seperti apel, mangga, pisang, semangka, hingga anggur. Fruktosa pada dasarnya bermanfaat, sebab saat dikonsumsi dalam bentuk buah utuh sebagian akan dimetabolisme bakteri baik di usus yang mendukung kesehatan pencernaan dan imunitas.

Namun, dr. Herry menekankan bahwa fruktosa bisa menjadi masalah ketika dikonsumsi dalam bentuk cair, seperti jus buah kemasan atau minuman berperisa. “Minuman berfruktosa cair mudah diminum secara berlebihan tidak menimbulkan rasa kenyang padahal jumlah gulanya bisa mencapai atau melampaui batas harian yang disarankan,” tegasnya.

Dampak Kombinasi Glukosa dan Fruktosa

Yang sering terlupakan dokter ungkap tubuh, menurut dr. Herry, glukosa dan fruktosa saling memengaruhi. Saat glukosa ada, usus menyerap lebih banyak fruktosa; fruktosa kemudian mempercepat penyimpanan glukosa di hati. Bila keduanya dikonsumsi berlebihan, risiko penumpukan lemak di hati (fatty liver) akan meningkat, begitu juga kemungkinan berkembangnya diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Pernyataan tersebut sejalan dengan penjelasan dr. Nanang Soebijanto Sajoedi, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, yang juga bertugas di Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Dalam penjelasannya, ia menyebut asupan gula yang berlebihan bisa mendadak meningkatkan kadar glukosa darah dan berpotensi menyebabkan resistensi insulin.

“Ketika tubuh tidak lagi merespons insulin dengan baik, pankreas akan bekerja lebih keras. Lama-kelamaan organ ini bisa kelelahan hingga produksi insulin berkurang. Kondisi ini menjadi pintu masuk menuju prediabetes, lalu berkembang ke diabetes tipe 2 yang berisiko menimbulkan komplikasi serius, mulai dari penyakit jantung, gagal ginjal, hingga kebutaan,” ujar dr. Nanang.

Langkah Pencegahan

Untuk mencegah kondisi tersebut, dr. Nanang menyarankan masyarakat mengontrol asupan gula dengan cara memilih sumber karbohidrat alami. “Konsumsi serat dari sayuran, buah, dan biji-bijian dapat membantu menghindari perubahan kadar gula darah. Hindari minuman manis serta jus kemasan. Jangan lupa lakukan pemeriksaan gula darah rutin, terutama jika memiliki riwayat keluarga diabetes atau gaya hidup kurang aktif,” tambahnya.

Layanan Pencegahan di Mayapada Hospital

Sebagai bentuk komitmen pada pencegahan diabetes, Mayapada Hospital menghadirkan Sugar Sugar Clinic, sebuah layanan kesehatan gratis yang terbuka untuk semua kalangan. Layanan ini mencakup skrining dengan teknologi Artificial Intelligence (AI), konsultasi dokter, manajemen diabetes, serta pendampingan gaya hidup sehat.

Layanan Sugar Sugar Clinic tersedia di beberapa unit Mayapada Hospital, termasuk Kuningan, Tangerang, Surabaya, dan Bandung. Jika memerlukan informasi lebih lanjut, Anda bisa mengontak call center 150770 atau membuka aplikasi MyCare.

MyCare menyediakan Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk melacak detak jantung, jumlah langkah, pembakaran kalori, serta BMI. Selain itu, setiap pengguna yang aktif bisa mengumpulkan reward point untuk mendapat potongan harga layanan kesehatan di seluruh unit Mayapada Hospital.

Dengan pemahaman mengenai cara tubuh memproses gula serta langkah pencegahan yang tepat, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengatur pola makan dan gaya hidup demi menghindari risiko diabetes. Baca berita lain di sini.