Francesco Bagnaia, pebalap utama Ducati, menghadapi kesulitan besar dalam musim MotoGP 2025. Sejauh ini, Ducati akui tak ada solusi untuk menunjukkan konsistensi seperti musim-musim sebelumnya. Dari 12 seri yang telah dilakoni, Bagnaia hanya berhasil meraih satu kemenangan di lomba utama, yaitu saat bertanding di MotoGP Amerika Serikat.
Situasi ini menyebabkan posisinya di tabel sementara terjebak di peringkat ketiga. Ia baru mengumpulkan 213 poin, tertinggal cukup jauh dari Marc Marquez yang memuncaki klasemen dengan selisih 168 poin. Ketertinggalan tersebut menjadi sorotan mengingat Bagnaia adalah juara bertahan dan diharapkan kembali bersaing di barisan terdepan.
Bagnaia beberapa kali mengungkap bahwa motor Desmosedici yang digunakannya masih memiliki kendala teknis. Meskipun Ducati dikenal sebagai tim yang canggih dalam hal inovasi dan teknologi balap, hingga pertengahan musim ini, berbagai masalah teknis tersebut belum kunjung terselesaikan.
Menanggapi situasi tersebut, Michele Pirro, test rider senior Ducati, memberikan penjelasan mengenai usaha tim dalam mendukung performa Bagnaia. Pirro menegaskan bahwa pihak Ducati terus bekerja keras mencari solusi terbaik. Namun, ia juga dengan jujur menyatakan bahwa tak ada jalan pintas untuk mengatasi semua masalah ini secara instan.
“Kami mencoba segala hal yang bisa kami lakukan, termasuk menguji ulang berbagai solusi teknis,” ujar Pirro dalam wawancaranya dengan GP One. “Namun, kami harus mengakui bahwa kami bukan dukun. Tak ada satu pun komponen atau perangkat yang bisa langsung bekerja sempurna begitu saja.”
Pirro juga menjelaskan bahwa waktu pengujian yang terbatas menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, sebagian besar tes dilakukan langsung saat balapan berlangsung karena waktu di luar race weekend sangat sempit. Hal ini membuat mereka tidak selalu bisa mendapatkan data dan hasil maksimal dari uji coba teknis tersebut.
“Ini adalah kerja tim yang kompleks. Kita semua berjalan bersama, dengan semangat kolektif untuk mengubah situasi. Kami pernah menghadapi masa-masa sulit sebelumnya, dan akhirnya bisa bangkit. Tahun ini, kami percaya bisa melakukan hal yang sama,” tegas Pirro.
Pernyataan Pirro menandakan bahwa Ducati tidak menyerah begitu saja dengan performa Bagnaia yang sedang menurun. Meskipun tanpa solusi cepat, mereka optimistis bisa keluar dari tekanan dan mengembalikan pebalap andalannya ke jalur kemenangan. Harapan masih terbuka lebar, mengingat masih banyak seri tersisa di musim 2025.
Bagi penggemar MotoGP, Ducati akui tak ada solusi instan dan pendukung Ducati, perjuangan Bagnaia dan timnya menjadi bukti bahwa dunia balap motor bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal ketahanan mental, kerja sama tim, dan inovasi berkelanjutan. Ducati memang tak punya “tongkat sihir”, tapi mereka punya tekad dan semangat untuk kembali bangkit. Baca berita lain di sini.

