Kapan Berkuda Indonesia Bisa Tembus Olimpiade?

Kapan Berkuda Indonesia Bisa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengungkapkan harapannya kapan berkuda Indonesia bisa tembus tampil di Olimpiade. Menurutnya, untuk mewujudkan target tersebut, perlu ada peningkatan signifikan dalam pengembangan industri berkuda di Tanah Air.

Harapan itu disampaikan Dito setelah menghadiri kejuaraan berkuda bertajuk The President Cup Aragon Merdeka Master 2025. “Berkuda adalah jenis olahraga di mana Indonesia menempati posisi terdepan di Asia Tenggara. Saya optimis kita bisa mendorong olahraga ini ke level Olimpiade, namun langkah awalnya adalah membangun industrinya terlebih dahulu,” ujar Menpora berusia 35 tahun itu dalam keterangan tertulis.

Ia juga menyampaikan bahwa berkuda memiliki posisi istimewa di hati Presiden Joko Widodo. “Alhamdulillah, dengan dukungan penuh dari Bapak Presiden dan kerja sama dengan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi), kita sudah membuat peta jalan menuju Olimpiade. Tentunya, ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta,” jelasnya.

Kejuaraan yang digelar di The Hub Indonesia tersebut mempertandingkan dua nomor utama, yakni Jumping 120 cm (dua ronde) dan Dressage Elementary Open (dua ronde). Antusiasme peserta terbilang luar biasa, dengan 1.751 entri dan total 390 ekor kuda yang ikut serta.

Menurut Dito, ajang ini juga menjadi bagian dari persiapan atlet untuk menghadapi sejumlah multi-event seperti SEA Games dan Asian Youth Games. “Berkuda selalu masuk dalam daftar cabang yang dipertandingkan di multi-event internasional. Kami berharap Indonesia tidak hanya ikut serta, tetapi juga mengambil peran signifikan dalam olahraga ini,” tegasnya.

Aragon Merdeka Master 2025 dibuka untuk atlet dari berbagai kelompok umur, mulai dari kategori U-14 hingga U-21, serta kategori terbuka. Seluruh pertandingan mengikuti standar dan regulasi internasional yang ditetapkan oleh Fédération Equestre Internationale (FEI), termasuk penerapan kode etik kesejahteraan kuda.

Ketua Umum PP Pordasi, Aryo Djojohadikusumo, menjelaskan bahwa penyelenggaraan pada malam hari merupakan strategi pemerintah melalui Kemenpora untuk mengembangkan konsep sportainment di cabang equestrian. “Negara-negara di Timur Tengah seperti Qatar, Kuwait, Abu Dhabi, dan Dubai telah berhasil mengadakan perlombaan pada malam hari. Kami ingin mengadaptasi konsep itu untuk menarik lebih banyak penonton, sekaligus menjadikannya destinasi wisata,” ujarnya.

Aryo menambahkan, pihaknya mendapat arahan langsung dari Presiden agar fokus mempersiapkan tim untuk SEA Games, Asian Games, dan SEA Games berikutnya di Malaysia menjelang Olimpiade 2028 di Los Angeles. “Target ini bukan perkara mudah. Dibutuhkan investasi besar dan persiapan bertahun-tahun, termasuk pembinaan atlet dan kuda sejak dini. Harapannya, Indonesia tidak hanya lolos ke Olimpiade, tetapi juga mampu meraih prestasi membanggakan,” tutupnya.

Dengan dukungan berbagai pihak serta strategi pengembangan industri yang tepat, peluang Indonesia untuk membawa olahraga berkuda ke pentas Olimpiade semakin terbuka lebar. Namun, jalan menuju panggung dunia tetap membutuhkan keseriusan, kerja keras, dan konsistensi dalam pembinaan. Baca berita lain di sini.

Kapan Berkuda Indonesia Bisa