Paris Saint-Germain (PSG) sekali lagi menjadi sorotan di bursa transfer musim panas 2025/2026. Tidak sama dengan beberapa klub besar Eropa lainnya yang berlebihan dalam mendatangkan pemain baru. PSG minim belanja pemain di bursa transfer, hingga pertengahan bursa, hanya tiga pemain baru yang resmi berseragam PSG, itupun sebagian besar bukan berposisi sebagai pemain outfield.
Dari tiga pemain yang diambil, dua di antaranya adalah kiper, yaitu Renato Marin dan Lucas Chevalier. Sementara itu, satu pemain outfield yang berhasil direkrut adalah Illia Zabarnyi, bek tengah asal Ukraina yang sebelumnya memperkuat Bournemouth. Dengan tambahan yang terbilang minim ini, muncul pertanyaan besar: mengapa klub sekelas PSG begitu irit belanja di saat mereka punya ambisi besar mempertahankan kejayaan musim lalu?
Seperti diketahui, pada musim 2024/2025 lalu, PSG berhasil meraih treble winners dengan menjuarai Ligue 1, Coupe de France, dan Liga Champions. Keberhasilan ini menciptakan harapan tinggi di kalangan masyarakat bahwa Ousmane Dembele dan kawan-kawan akan kembali berkuasa di musim yang akan datang. Tentu, beban ekspektasi ini tidak ringan, apalagi persaingan di Eropa semakin ketat dengan banyak klub lain yang memperkuat skuadnya.
Namun, pelatih PSG, Luis Enrique, tampak santai menanggapi keraguan tersebut. Menurutnya, tim saat ini sudah cukup solid dan tidak membutuhkan banyak tambahan pemain. “Aktivitas transfer kami sepenuhnya mencerminkan apa yang kami rencanakan sejak awal. Kami tidak butuh banyak pemain baru,” ujar Enrique dalam konferensi pers yang dikutip media Spanyol, AS.
Enrique menambahkan bahwa pembangunan skuad ini sudah berlangsung selama dua tahun terakhir. Dengan demikian, stabilitas dan kekompakan tim dianggap lebih penting daripada sekadar mendatangkan nama besar. Ia menegaskan PSG tetap terbuka terhadap peluang transfer jika ada kesempatan menarik, namun tidak merasa tertekan untuk berbelanja besar. “Bursa transfer memang selalu bergerak, jadi kami harus tetap waspada. Tetapi saat ini tidak ada masalah. Kami santai saja,” tambahnya.
Pelatih asal Spanyol itu juga menekankan bahwa fleksibilitas para pemain membuat timnya lebih mudah beradaptasi. Dengan kemampuan beberapa pemain yang bisa bermain di lebih dari satu posisi, PSG diyakini tidak kesulitan dalam mengantisipasi kebutuhan taktikal di sepanjang musim. “Kami bisa meng-cover semua lini berkat fleksibilitas para pemain. Itu sebabnya saya sangat senang dengan hasil bursa kali ini,” tegas mantan pelatih Barcelona dan Timnas Spanyol tersebut.
Meski begitu, situasi transfer PSG tidak sepenuhnya tanpa masalah. Kiper utama mereka, Gianluigi Donnarumma, dikabarkan sedang dalam proses kepindahan ke Manchester City. Jika transfer ini benar-benar terwujud, maka secara otomatis akan memicu domino effect di bursa. Ederson, kiper City, disebut-sebut bakal merapat ke Galatasaray sebagai penggantinya. Kondisi ini tentu akan meninggalkan lubang di bawah mistar PSG, meski klub sudah mendatangkan dua kiper baru.
Sedikitnya kegiatan PSG di pasar musim panas ini dapat ditafsirkan sebagai rencana jangka panjang. Alih-alih mengeluarkan dana besar hanya untuk memuaskan publik, manajemen dan Luis Enrique tampaknya ingin menjaga keseimbangan tim yang sudah mapan. Dengan skuad yang relatif stabil serta tambahan pemain secukupnya, PSG berharap bisa kembali bersaing di semua kompetisi dan mempertahankan status mereka sebagai salah satu kekuatan terbesar di Eropa. Baca berita lain di sini.

