Roblox, platform game online yang dikenal sebagai wadah bagi pengguna untuk bermain sekaligus menciptakan game sendiri, terus mengalami perkembangan signifikan sejak pertama kali diluncurkan pada 2006. Meski awalnya lebih banyak digunakan oleh anak-anak dan remaja, kini demografi penggunanya mulai meluas hingga mencakup kalangan dewasa dan Roblox rencanakan hadirkan fitur kencan virtual untuk pengguna dewasa.
Belum lama ini, CEO Roblox, David Baszucki, mengemukakan ide yang sangat mengejutkan. Dalam sebuah wawancara di podcast Tech Stuff, ia menyampaikan bahwa dirinya memiliki visi agar suatu hari nanti Roblox menyediakan fitur kencan virtual atau fitur dating untuk para penggunanya. Menurut Baszucki, ide tersebut muncul sebagai respons terhadap meningkatnya rasa kesepian yang dirasakan banyak orang di seluruh dunia. Ia menyebut fenomena ini sebagai “epidemi kesepian”.
Baszucki menjelaskan bahwa fitur kencan tersebut hanya akan tersedia bagi pengguna berusia minimal 21 tahun dan harus melalui proses verifikasi identitas yang ketat. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan serta kenyamanan para pengguna dewasa yang ingin mencari koneksi sosial di dunia virtual sebelum berlanjut ke dunia nyata. Dengan kata lain, Roblox dapat berfungsi sebagai jembatan bagi orang-orang yang ingin mengenal satu sama lain secara online sebelum memilih untuk bertemu secara langsung.
CEO Roblox juga menegaskan arahan baru platform ini yang tidak hanya terpusat pada permainan semata. Ia menegaskan bahwa Roblox sedang berkembang menjadi ekosistem digital yang turut mendukung kesejahteraan mental penggunanya. Ia membayangkan Roblox sebagai ruang sosial yang mampu menghadirkan rasa keterhubungan bagi mereka yang tengah merasa kesepian, sakit, atau terasing secara sosial.
Meski demikian, Baszucki tetap menekankan pentingnya peran orang tua dalam memantau aktivitas anak-anak mereka di Roblox. Ia menyampaikan bahwa jika ada kekhawatiran dari orang tua terhadap konten atau fitur di Roblox, maka lebih baik untuk menunda atau membatasi akses anak ke platform tersebut. “Saya yakin bahwa naluri orang tua itu krusial. Kalau merasa tidak nyaman, ya ikuti saja naluri itu,” ujarnya.
Gagasan tentang fitur dating di Roblox ini tentu saja menimbulkan berbagai tanggapan dari publik. Mengacu pada fakta bahwa Roblox sering menjadi perhatian karena konten yang dianggap tidak ramah anak, upaya untuk mengembangkan fitur dewasa pasti akan diawasi dengan cermat. Bahkan beberapa tahun terakhir, Roblox telah menghadapi gugatan hukum dari sejumlah orang tua terkait konten yang dianggap membahayakan bagi anak-anak.
Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan fitur kencan virtual tersebut akan resmi diluncurkan. Akan tetapi, jika hal itu benar-benar terwujud, maka Roblox diprediksi akan semakin meninggalkan citranya sebagai platform yang hanya untuk anak-anak dan Roblox rencanakan hadirkan fitur ruang sosial yang lebih terbuka bagi semua kalangan usia dewasa. Baca berita lain di sini.
