Berita Politik

Nasib IKN di Ujung Tanduk Cak Imin Desak Pemanfaatan

Kemajuan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diprakarsai Presiden Joko Widodo kini menarik perhatian besar dimana nasib IKN di ujung tanduk, memicu diskusi hangat dalam arena politik nasional. Pemimpin Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin, mengungkapkan pandangannya terkait masa depan proyek mercusuar ini. Dengan tegas, Cak Imin menyerukan agar IKN tidak dibiarkan terbengkalai dan segera menunjukkan manfaatnya.

Pernyataan Cak Imin muncul sebagai respons atas usulan Partai NasDem yang menuntut ketegasan pemerintah terkait status IKN: apakah akan dipercepat atau justru dimoratorium sementara. PKB, menurut Cak Imin, memilih untuk menunggu keputusan dari Otorita IKN dan Presiden, namun dengan nasib IKN di ujung tanduk.

“Saya nunggu saja, PKB nunggu saja. Bagaimana otorita IKN, bagaimana Pak Presiden, yang penting jangan terlampau lama membiarkan IKN tidak bermanfaat,” kata Cak Imin usai acara Hari Lahir PKB di Jakarta, Rabu (23/7) malam.

Alih-alih menganggapnya kritik semata, Cak Imin justru melihat usulan NasDem sebagai sumbangan berharga, sebuah pemikiran konstruktif yang wajib diperhitungkan. Baginya, setiap masukan, sekecil apapun, bertujuan untuk mengoptimalkan proyek IKN agar tidak ada lagi yang sia-sia. “Jangan sampai ada yang tidak bermanfaat. Karena itu ide itu kita tangkap sebagai agar mengoptimalkan,” tegasnya.

NasDem berteriak: Keppres, Fungsionalisasi Bertahap, atau Moratorium adalah Jalan IKN! DPP Partai NasDem tanpa tedeng aling-aling mendesak pemerintah mengambil alih sepenuhnya kemelut status dan anggaran IKN. Mereka menuntut diterbitkannya Keputusan Presiden yang tak terbantahkan. Jika pemerintah benar-benar serius, NasDem merekomendasikan IKN dieksekusi secara bertahap.

Salah satu tahapan konkret yang diusulkan oleh NasDem adalah dengan menempatkan Wakil Presiden dan beberapa Kementerian/Lembaga prioritas untuk memulai aktivitas pemerintahan di IKN, memanfaatkan infrastruktur yang sudah terbangun. Wakil Ketua Umum NasDem, Saan Mustopa, menjelaskan bahwa kementerian seperti Kemenko Polhukam, Kemenko Perekonomian, Kementerian PUPR, dan Bappenas dapat menjadi pionir pemindahan.

“Misalnya, Kemenko Polhukam, Kemenko Perekonomian, Kementerian PUPR, dan Bappenas dapat menjadi pionir pemindahan,” ujar Saan Mustopa pada Jumat (18/7). Lebih lanjut, Saan menambahkan bahwa dengan berkantornya Wakil Presiden di IKN, pembangunan di wilayah timur Indonesia, termasuk Papua, dapat dikelola lebih dekat, sehingga mempercepat pemerataan pembangunan.

Namun, NasDem juga memberikan opsi lain yang tak kalah radikal. Saan menyatakan, “Pemerintah harus segera menerapkan jeda sementara jika penetapan IKN sebagai ibu kota negara masih terhambat.” Usulan moratorium ini mencerminkan keprihatinan terhadap pemborosan anggaran apabila proyek IKN terus berjalan tanpa kejelasan status dan fungsi yang optimal.


Perdebatan mengenai IKN ini menggarisbawahi urgensi bagi pemerintah untuk segera memberikan kepastian. Akankah IKN segera bermanfaatkan dan menjadi simbol pemerataan pembangunan, atau justru akan menjadi proyek mangkrak yang membebani negara? Bola panas kini ada di tangan pemerintah, dan masyarakat menunggu keputusan yang tegas untuk masa depan Ibu Kota Nusantara. Baca berita lain di sini.

Admin Samsboatdock

Recent Posts

Tragedi Balita di Sukabumi Apa Penyebabnya Cacingan

Tragedi balita perempuan bernama Raya di Sukabumi, Jawa Barat, akibat infeksi cacing telah menggugah kesadaran…

8 bulan ago

Kondisi Terkini Jet Li Pasca Operasi dan Optimisme

Aktor laga legendaris Jet Li baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah serangkaian unggahan video di…

8 bulan ago

Game Mobile Paling Banyak Diunduh Sepanjang Masa

Industri game mobile paling banyak Diunduh sepanjang masa dalam satu dekade terakhir. Popularitasnya bahkan telah…

8 bulan ago

PP PABSI Gelar Seleknas Angkat Besi untuk SEA Games 2025

Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia PP PABSI gelar Seleknas sebagai bagian dari persiapan…

8 bulan ago

Pelaku Jasa Keuangan Ilegal Terancam Pidana 10 Tahun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk menindak tegas para pelaku jasa keuangan ilegal yang…

8 bulan ago

Gerindra Tegas: Bupati Sudewo Disemprot Imbas Kisruh PBB Pati

Rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan sebesar 250 persen membuat Partai Gerindra tegas melayangkan peringatan…

8 bulan ago