Categories: Berita Politik

Prabowo Pilih Diplomasi: Ambalat & Laut Sulawesi Memanas

Sengketa perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, terutama di wilayah Ambalat, kembali memanas setelah pemerintah Malaysia menggunakan istilah “Laut Sulawesi” untuk menyebut wilayah maritim yang tumpang tindih. Menanggapi hal ini, Presiden terpilih Prabowo Subianto menyatakan keinginannya untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cara damai dan niat baik. Pernyataan ini disampaikan Prabowo pilih diplomasi saat menghadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Bandung.

“Ya kita cari penyelesaian yang baik, yang damai, ada iktikad baik dari dua pihak,” kata Prabowo pilih diplomasi. Ia menekankan pentingnya menghindari konflik dan mencari solusi yang menguntungkan kedua negara. Sikap ini mencerminkan pendekatan diplomatis yang mengedepankan dialog dan persahabatan, meskipun dihadapkan pada isu kedaulatan yang sensitif.

Perbedaan Nama, Sengketa Kedaulatan

Masalah utama dalam sengketa ini berawal dari Peta Baru Malaysia 1979, yang menyebut wilayah maritim tersebut sebagai Laut Sulawesi. Sementara itu, Indonesia secara terus-menerus memakai istilah Ambalat. Meskipun terlihat sepele, perbedaan nama ini memiliki implikasi besar terhadap klaim kedaulatan.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Dato’ Seri Mohamad Hasan, menegaskan bahwa penggunaan istilah tersebut berdasarkan pada keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) tahun 2002 terkait sengketa Sipadan dan Ligitan. Menurutnya, keputusan tersebut memperkuat posisi Malaysia di wilayah Laut Sulawesi. Menlu Malaysia menekankan bahwa setiap terminologi harus digunakan dengan benar untuk mencerminkan kedaulatan dan hak hukum negaranya, sesuai dengan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982.

Malaysia juga menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan masalah ini melalui mekanisme diplomatik, hukum, dan teknis dalam kerangka kerja bilateral yang telah ditetapkan.

DPR Mendorong Pendekatan Hukum Internasional

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal sengketa ini. Ia mengingatkan bahwa penamaan suatu wilayah bukan sekadar masalah istilah, melainkan penegasan klaim kedaulatan yang sah. “Menurut Dave, Komisi I DPR RI menilai bahwa penggunaan istilah Laut Ambalat tidak hanya sekadar masalah nama, tetapi juga merupakan bagian dari penegasan klaim terhadap wilayah yang sah dan sudah menjadi bagian dari proses diplomasi dan teknis yang panjang.”

Dave juga menyoroti fakta bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan final mengenai pengelolaan bersama Blok ND6 dan ND7 di wilayah Ambalat. Blok ini merupakan konsesi migas yang diberikan Malaysia kepada perusahaan Inggris, Shell, dan menjadi salah satu pemicu utama ketegangan. Indonesia menyatakan bahwa Ambalat sepenuhnya adalah wilayahnya, sementara Malaysia teguh berpendapat bahwa kawasan itu milik mereka.

Meskipun Indonesia dan Malaysia telah dua kali bertemu untuk membahas perbatasan laut, kesepakatan masih belum tercapai. Oleh sebab itu, Dave mendorong pemerintah untuk tetap melakukan pendekatan diplomatis yang berlandaskan hukum internasional, termasuk melalui forum regional seperti ASEAN, demi melindungi kepentingan nasional di Ambalat.

Ambalat adalah area laut seluas 15.235 kilometer persegi di Laut Sulawesi atau Selat Makassar, yang berada dekat dengan batas darat antara Sabah, Malaysia, dan Kalimantan Utara, Indonesia. Kompleksitas geografis dan historis membuat sengketa ini menjadi salah satu isu perbatasan paling rumit di Asia Tenggara. Baca berita lain di sini.

Admin Samsboatdock

Recent Posts

Tragedi Balita di Sukabumi Apa Penyebabnya Cacingan

Tragedi balita perempuan bernama Raya di Sukabumi, Jawa Barat, akibat infeksi cacing telah menggugah kesadaran…

9 bulan ago

Kondisi Terkini Jet Li Pasca Operasi dan Optimisme

Aktor laga legendaris Jet Li baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah serangkaian unggahan video di…

9 bulan ago

Game Mobile Paling Banyak Diunduh Sepanjang Masa

Industri game mobile paling banyak Diunduh sepanjang masa dalam satu dekade terakhir. Popularitasnya bahkan telah…

9 bulan ago

PP PABSI Gelar Seleknas Angkat Besi untuk SEA Games 2025

Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia PP PABSI gelar Seleknas sebagai bagian dari persiapan…

9 bulan ago

Pelaku Jasa Keuangan Ilegal Terancam Pidana 10 Tahun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk menindak tegas para pelaku jasa keuangan ilegal yang…

9 bulan ago

Gerindra Tegas: Bupati Sudewo Disemprot Imbas Kisruh PBB Pati

Rencana kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan sebesar 250 persen membuat Partai Gerindra tegas melayangkan peringatan…

9 bulan ago